Prinsip Akuntansi

Beberapa ahli akuntansi dan pakar keuangan sering menyebutnya  juga konsep dasar (basic concept) namun ada juga anggapan dasar (basic assumption / postulate).  Dibawah ini beberapa prinsip akuntansi yang sering dikenal, yaitu antara lain:

  1. Kelangsungan usaha (Continuity / going concern)
  2. Kesatuan usaha (Business entity)
  3. Periode waktu (period of time)
  4. Satuan keuangan (monetary expressions / terms of money)
  5. Keterkaitan (relevance)
  6. Nilai historis (realization/objective evidence)
  7. Harga pokok (cost)
  8. Taat asas (consistency)
  9. Penjelasan yang cukup (disclosure)
  10. Hubungan beban dan pendapatan (matching expense and revenue)
  11. Sisi Dualisme (double entry)
  12. Cukup berarti (materiality)
  13. Berhati-hati (conservatism)
  14. Sifat khusus dari organisasi

Melalui prinsip-prinsip akuntansi tersebut sebuah laporan keuangan dapat dihasilkan. Namun agar laporan keuangan yang dihasikan dapat berguna bagi pihak yang berkepentingan, maka laporan keuangan harus memenuhi syarat penyusunan laporan keuangan yang baik, yang antara lain :

  1. Mudah dipahami, yaitu laporan keuangan dibuat secara singkat tetapi jelas.
  2. Relevan. Agar laporan keuangan relevan, ada tiga syarat yang harus dipenuhi : mempunyai umpan balik (feedback), mempunyai nilai prediksi, dan tepat waktu.
  3. Handal. Agar laporan keuangan dapat diandalkan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Dapat diperiksa
  • Keterangan bersifat umum
  • Dapat dipercaya
  • Harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya
  • Mengandung unsur kehati-hatian.
  • Dapat dibandingkan. Agar laporan keuangan dapat dibandingkan harus memenuhi syarat, antara lain: pencatatan transaksi dilakukan secara konsisten dan ada standarnya

Siklus Akuntansi

Merupakan proses kegiatan mencatat, menggolongkan/mengklasifikasikan, mengikhtisarkan sampai kegiatan menganggarkan yang dilakukan secara bersistem.

 

About these ads