Bisnis.com, 22 Januari 2010

JAKARTA (bisnis.com): Indonesia ternyata sudah lama telah menghentikan tax treaty atau persetujuan penghindaran pajak berganda (P3B) dengan negara Mauritius.

Kepala Sub Direktorat Penjanjian dan Kerjasama Perpajakan Internasional Ditjen Pajak Astera Primanto Bhakti mengatakan penghentian tax treaty sudah dilakukan sejak 2005 dan sampai sekarang belum ada permintaan baik dari pihak Indonesia maupun Mauritius untuk menghidupkannya kembali.

“Itu [dikeluarkannya Mauritius] sejak 1 Januari 2005 karena di sana ada aturan yang dapat menyebabkan treaty abuse [penyalahgunaan perjanjian],” ujar Prima seusai acara sosialisasi Peraturan Dirjen Pajak tentang P3B di Kantor Pajak Pusat hari ini.

Dia mencontohkan tindak penyalahgunaan tersebut adalah seperti chanelling dan treaty shopping. “Jadi misalnya si A dari M berteman dengan si C di negara X, si A ini akan menggunakan uangnya untuk menghasilkan di negara X atas nama si C agar pajaknya lebih murah,” jelasnya.

Padahal dalam P3B, tegasnya, praktik penyalahgunaan tersebut tidak diperbolehkan. Karena, lanjutnya, tujuan diadakannya P3B adalah untuk menghilangkan hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional dan investasi yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan kesejahteraan karena sumber daya bisa teralokasi secara efisien.

By Achmad Aris

Disadur dari ortax